Rabu, 12 Desember 2012

Posted by januarman putra | File under :
Terkadang kita harus menggunakan rangkaian saklar transistor untuk mengontrol sebuah perangkat daya tinggi. Perangkat tersebut mungkin membutuhkan arus yang lebih besar atau tegangan yang lebih tinggi daripada apa yang dapat ditangani oleh sebuah transistor daya. Atau mungkin kita harus mensaklarkan arus AC yang merupakan suatu hal diluar kemampuan transistor. Situasi-situasi semacam ini mengharuskan kita menggunakan sebuah relay.

Penggunaan transistor saklar relay kita contohkan pada rangkaian lampu otomatis, seperti pada gambar dibawah ini

rangkaian-otomatis-lampu-jalan
Komponen yang diperlukan:

  1. Tegangan 12 VDC
  2. Variabel resistor (VR1) 10 kΩ
  3. LDR (R1) tipe ORP12
  4. Resistor (R2) 22 kΩ
  5. Transistor NPN (Q1) tipe BC548
  6. Relay (RL1) 12 VDC SPDT kontak maksimum 250 VAC 5 A
  7. Dioda (D1) IN4002
  8. Lampu jalan atau mercury lamp 220 VAC 125 W

Relay berfungsi sebagai saklar yang menyambungkan dan memutuskan aliran listrik dari sebuah rangkaian daya yang terpisah, menggunakan kontak-kontaknya yang normal terbuka. Ketika arus mengalir melewati kumparan relay, kontak-kontak relay yang normal terbuka akan menutup.

Cara Kerja:
  • Dalam keadaan terang, nilai tahanan LDR sangat rendah. VR1 diatur agar tegangannya mendekati nol. Q1 tidak akan aktif, relay tidak bekerja, dan lampu tidak akan menyala.
  • Dalam keadaan gelap, nilai tahanan LDR sangat tinggi, akibatnya tegangan pada wiper VR1 mengalami kenaikkan dan Q1 menjadi aktif. Arus mengalir melewati Q1 dan kumparan relay. Relay bekerja dan lampu akan menyala.

Keterangan:
D1 berfungsi sebagai sebuah dioda pelindung. Rangkaian otomatis lampu jalan akan tetap menyala hingga keadaan kembali terang.

1 komentar: